Minggu, 18 Mei 2014

BUKUKU eps.5

.......pikiranku meledak dan aku hanya bisa berdiri terpaku dan berdiam. Bagaimana ini?!! Tamatlah riwayatku kali gini!!!!.......
     
        Ukh... susah sekali untuk membuka mulutku. Bagaimana tidak, Bu kepala sekolah sudah melontarkan kata-katanya yang *jlep* banget dihati. Omelannya sungguh luar binasa. "Kasusmu terlalu banyak. sebaiknya jika seperti ini terus kau tak usah naik kelas. Ibu juga bingung kenapa kamu bisa naik ke smp. Seandainya ibu kepala sekolah sd, ibu tidak akan mengijinkan kamu masuk ke smp. Bikin guru jadi umur pendek saja. Naik darah tiap hari karena liat kamu. Setiap hari ibu jadi males masuk sekolah karena ibu gamau liat kamu. Waktu dikantin liat mukamu aja udah bikin ga nafsu makan. Ibu sudah nasehatin kamu berkali-kali tapi tetap aja dilakuiin hal yang salah. Bahkan tindakanmu melebihi dari siswa yang dulu paling terkenal karena kenakalannya. Itupun siswanya laki-laki, sedangkan kau perempuan. Seharusnya sebagai perempuan kamu harus kalem, rambut rapi,feminin. Ini malah, setiap pulang sekolah manjat dinding halaman sekolah. Rambut sudah kayak bulu kucing yg ga pernah dirawat 5 tahun. Sabar ibu punya murid kayak kamu." dan blablablablabla lagi. Sungguh membosankan mendengar omelan ini, kata-katanya nusuk banget lagi. Untung aku orang yg super sabar. Kalo bisa udah aku bales tuh kata-katanya.
      Akhirnya setelah beberapa menit omelan itu udah berhenti dan diakhiri dengan "iya bu, ampun bu. Aku ga ulangin lagi nanti" hebat sekali jika ada guru yang percaya dengan kata-kataku ini. Kata-kata andalanku... hahahaha. Waduh, satu masalah selesai satu masalah datang lagi. Aku lupa dengan keberadaan Eva yang sedari tadi berdiri disampingku. Pasti Eva akan mengadu nya kepada bu kepala sekolah. Bahayaaaaaa!!! Daripada diomelin lagi sama bu kepsek, mending aku minta maaf saja. Walau susah sekali, tapi setidaknya hanya Eva yang mendengarnya jika aku mengecilkan volume suaraku ini. Dan julukanku akan tetap ada. .
     "Eva, sorry ya. Soalnya kemaren aku marahin kamu dicafe. Tentang buku itu lho. Tapi waktu pulang ternyata bukunya ada dikamarku, hehehe jangan marah ya. Kemaren aku cuma sumpek karena mati lampu." Kataku dan alasanku untuk menutupi malu, aku membisikannya dengan cepat dan dengan muka yang meragukan. Sepertinya Eva mendengarnya walau suaraku agak kecil. Aku yakin Eva tidak jadi melaporkannya dan akan melangkah keluar dari ruang guru. Tetapi keyakinanku salah--" justru sebaliknya. Eva dengan segera menuju ke meja bu kepsek. Tapi ternyata Eva juga terlambat dan dipanggil juga sama bu kepsek-____-".
     Semenjak kejadian itu Eva tidak pernah meminjam bukuku lagi. Mungkin itu karena kata-kataku di cafe waktu itu. Aku sangat menyesal, karena kata-kataku sudah pasti  menyakiti hati Eva. Aku termasuk orang yang tak memikirkan matang-matang sebelum melontarkan kata-kata. Saat di perjalanan pulang sekolah dengan entengnya aku bertanya kepada Eva "va, koq kamu udah jarang pinjem bukuku? Biasanya kan kamu sering pinjem bukuku. Udah 1 minggu kamu ga ada pinjem bukuku? Bukuku nganggur terus nih. Ga enak liatnya numpuk dirumah" dengan senyumnya yang mencurigakan itu Eva menjawabku "soalnya aku takut buku sang ratu jadi rusak. Apalagi hilang, kan kalo ilang aku bisa dimarahi sama sang ratu itu. Hehehe becanda. Sebenarnya selama ini aku pinjem bukumu karena keuangan ortu ku makin lama makin menipis. Jadi aku gamau nambah beban ortu ku cuma untuk beli buku. Tapi belakangan ini, papaku udah ga kerja lagi diperusahaannya yg dulu. Papaku udah pindah kerjaan jadi penerjemah untuk perusahaan tambang batu bara dan papaku buka toko buku kecil-kecilan didepan rumah. Jadi aku kalo mau baca tinggal baca buku disitu. Hehehe bukan karena soal di cafe itu koq. Sorry ya karena selama ini aku ngerepotin karena pinjem bukumu terus." Kata Eva dengan senyum yang menurutku masih mencurigakan itu.
     "Ohhh begitu yah. Hahaha ngga koq ngga ngerepotin. Udah ya aku mau jajan makanan di toko kue sebelah rumahku. Duluan yahh babaiii" kataku ditambah senyum jadi-jadian ku. Beres sudah satu masalah. Tapi entah kenapa aku tiba-tiba memikirkan masa depanku. Mungkin betul juga kata-kata guru. Aku harus berubah, kalo aku berubah mulai sekarang. Mungkin masa depanku akan menjadi lebih menyenangkan dibanding dengan masa depanku jika sikapku ini ga dirubah. Besar nanti aku harus berhasil supaya nanti anak-anak aku bisa hidup enak. Mungkin masa depan ga semudah keliatannya tapi jalani aja lah. Jangan terlalu berlebihan karena masa depan adalah sesuatu yang sangat misterius karena kita ga mungkin bisa liat masa depan kita kan? Kalo masa lalu sih masih bisa.
     Pulangnya, aku membereskan sepatuku dan langsung pergi mandi lalu makan. Tidak seperti biasanya, aku langsung mengerjakan pr. Apalagi ini pr mtk tapi entah kenapa ada suatu semangat yang terus berkobar didalam diriku. Aku berjanji, aku akan berubah!!!!!
                                       ________2 jam kemudian_______
    "APAAN NI PR?! SUSAH BANGET!! SAPA SIH PENCIPTA MTK??!! EMG MINTA DIMAKAN TU ORANG!!" NGAPAIN KERJAIIN PR! MENDING MAEN PS!" Akhirnya aku main ps dari jam 6 sampe jam 1 subuh. Langsung bobo dan besoknya bangunnya telat lalu terlambat masuk sekolah dan dihukum guru keliling lapangan 12 kali karena ga kerjaiin pr. Pulangnya lempar sepatu, piring habis makan ga dicuci. Ga mandi langsung meluncur ke depan komputer sambil buka game online. Maen sampe jam 10 malem dan lupa kerjaiin pr. Besoknya demam karena stress, dan kecapekan jadi gamasuk sekolah. Terbebas dari sekolah pikirku tetapi Bu Kepsek malah datang kerumahku dan memberitahu tentang kasusku yang sudah keterlaluan disekolah kepada ibuku. Aku dimarahi lagi dan semua game ku disita. Betapa sialnya nasibku-____-"
         ~~~~Baiklah. Sepertinya sampai sini saja cerpen BUKUKU :) terima kasih buat para          pembaca yang sudah membaca BUKUKU dari episode.1 sampai 5 ini.~~~~

                                   ~~~TAMAT~~~ ;)

Minggu, 11 Mei 2014

BUKUKU eps.4

 ~~~Bagaimana aku akan menjelaskannya kepada Eva????? Aku sudag membentaknya?!?! Bagaimana ini?!?!?~~~
     Aku terkenal dengan julukan "sang ratu" yg berarti aku tak pernah mengatakan "maaf" dalam 7 tahun ini. Mungkin agak aneh tapi sebenarnya aku cukup bangga dengan julukanku ini. Ya setidaknya julukanku masih lebih enak didengar daripada julukan "tong sampah berjalan" seperti temanku yg bernama Jon. Jon seperti tak pernah mandi, dia super extra hyper combo bau. Aku pernah menyakan kepadanya mengapa badannya bau saat kelas 4 tetapi dia malah melotot kepadaku dan melanjutkan jalannya sambil melap hidungnya dengan tangannya. Dan akhirnya karena sikapnya yg tak mau diubah itu, dia tak mendapatkan teman di kelas 7 ini dan malah mendapatkan julukan "tong sampah berjalan itu" biasanya disingkat toserba. Harusnya tosaber tapi mereka lebih senang mengatakan toserba karena lebih nyaman di katakan. Hahaha aku juga cukup setuju.
     Tidakkkkk!!! hancurlah julukankuuu!!! Aku akan menjadi anak yg biasa-biasa saja dan tak akan ada orang di sekolah yg akan mengingat namaku. Aku harus berpikir berpikir dan berpikir. Mungkin sebaiknya aku tak mengatakannya kepada Eva. Lagipula Eva pasti lupa soal bukuku ini. *Tetetet*. Lampu di langit-langit kamarku menyala dan ac mulai mengeluarkan hawa dinginnya. Aku menyingkirkan teman lilinku dan meniup lilinnya dengan sangat berantusias karena aku sudah lama tak meniup lilin ultah dan sekarang aku meanggap bahwa lilin itu ada lilin ulang tahun. Aaaah nyamannya membaca komik sambil makan cemilan yg aku beli tadi.
      Jarum jam menunjukkan angka sembilan dan aku sudah mulai mengantuk. Tetapi mami sama dad kemana yah? Dari tadi ninggalin aku sendirian. mmmm.... mungkin ada urusan kerjaan atau ada kerabatnya mengadakan acara dan karena mereka sudah telat mami dan dad langsung pergi tanpa pamit kepadaku karena aku diluar membeli cemilanku ini. Tetapi meninggalkanku setidaknya juga meninggalkan makanan di meja makan tetapi kali ini Mami dan Dad tak meninggalkan makanan sedikitpun di meja makan. Beruntung sekali aku sudah membeli cemilan ini. Hohohoho... Baiklah aku akan tiduran di ranjang sambil membaca komik dan menunggu Mami dan Dad pulang. Aku akan menjaga mataku agar terus terjaga dan tak merem sedikitpun.
      Kepalaku menyentuh bantal, ac mengehembuskan angin yg sejuk dan dingin. Ditambah ranjangku yg sangat amat empuk. Mataku tak tahan lagi, aku sudah menguap berkali-kali.
Dan tak berapa lama....zzzzz...zzzzz.. "Aku tidak boleh tidur!!aku harus tunggu mami dan dad pulang!! Satu menit lagi pasti mereka akan pul....zzzzzzzz"
      *TRIIIIIINNNGGG!!!!!!!!!!* alarm berbunyi dan membangunkanku dalam sekejap. Hoahhh ngantuk sekali. GYAAA!!! Kemaren malam aku tertidur. Hiks gajadi tungguiin mami dan dad pulang. Pasti sekarang mereka ada di kamar. Ngantuk..... GYAAAAA!!! Jam 7 lewat 16 menit!!!!!! Telat 16 menit!!!! Sudah tak ada waktu untuk sarapan dan berpamitan kepada mami dan dad lagi!! Aku langsung meluncur ke kamar mandi dan menyikat gigi secepat kilat lalu mandi dengan kecepatan cahaya lalu lari menuju gerbang sekolah dengan kecepatan angin.
      "FANI!!!!!!!!!!!! KAMU TERLAMBAT LAGI!!!SEKARANG MALAH TERLAMBAT 20 MENIT!!! MAU JADI APA KAMU BESAR NANTI!?!? HAH?!?! SANA BELAJAR DILUAR!!"
huh lagi-lagi belajar diluar. Berdiri sambil memegang buku pelajaran, membosankan banget. Daripada berdiri kayak bebungulan mending aku kabur ke kantin dan makan sepuasnya disana. Hoh iya.. soal namaku. Aku seringkali dipanggil Fani sama guru kalo sama temen biasanya dipanggil stefani kalo sama temen sekolahan cowo yahhh.. Stefan--". tak berapa lama kemudian bel istirahat berbunyi dan aku di panggil ke ruang guru. Huh pasti aku akan diberi peringatan karena aku sudah terlambat 5 kali. Dan tebak ada siapa di dalam ruang guru. Iyakkk, ada Eva di dalamnya. Pasti Eva melapor ke guru tentang kejadian di cafe kemarin. *Heekh* leherku serasa tercekik aku gabisa berkata apa-apa lagi.Bahaya, masalah apalagi yang bakalan terjadi?! Jangan-jangan nanti orang tua ku dipanggil dan mereka akan merasa sangat kecewa atau jangan-jangan aku akan di keluarkan dari sekolah ini karena kasusku terlalu banyak. Sial, aku serasa gabisa melangkah lagi, Eva malah menatapku dengan tajam di tambah dengan bu kepala sekolah yang duduk dibelakang Eva. Aku harus kabur, ga mungkin aku bisa bertemu dengan Eva dan Bu kepala sekolah. Keringat dingin bercucuran saat aku berjalan kesana. Dan kakiku berhenti secara otomatis tepat di depan Eva. Apa yang akan terjadi selanjutnya?!??! Mami tolong!!!! Pikiran ku meledak aku hanya bisa berdiri terpaku dan berdiam.Bagaimana ini?!?! Tamatlah riwayatku kalo gini!!
                                                                    ~~~bersambung~~~
   

Jumat, 02 Mei 2014

BUKUKU eps. 3

.......Dan aku melihat si peminjam buku itu yg sedang membaca buku KESAYANGANKU itu!........

        Tanpa kupikirkan.. aku langsung mendatangi meja tukang pinjam bukuku itu.

               "Hey! Eva! Kamu belum balikin bukuku itu dan sekarang kamu dengan santainya baca buku kesayanganku! Susah payah aku cari buku ku dan sekarang Aku tak akan meminjamkan bukuku lagi! PENCURI!" Bentak ku Sambil menghentakan tanganku ke meja Eva.

               "Ha? Bukumu? Buku yg mana? Terlalu banyak buku yg aku pinjem sama kmu. Buku yg mana yg kmu maksud? Aku udh baliki semua buku yg aku pinjem sama kamu koq"bantah Eva.

                "Oh jadi buku ini punyamu? Ini punyaku dan kamu pinjam ini bulan lalu dan sampai sekarang belum di balikin! Jd ini yg namanya udah baliki semua buku yg kmu pinjem sama aku gitu??!!" Balasku sambil mengangkat buku yg Eva baca tadi.

                 "Ha? Ini buku aku kaliii... aku barusan beli buku ini di toko buku tadi. Bulan lalu kamu pamer ke aku bukunya, aku minta pinjem tapi kamu ga kasih! Koq sekarang kamu malah sembarang nagih ke aku?!"

                 "Astagaaaa!! Ni anak malah masih mau menghindar dari kesalahan lagi! aku tu masih baik tau! Aku nagih baik-baik ke kamu! Malah masih mau boong lagi sama aku! Mau bukti? Di semua bukuku ada tanda tangan aku di halaman belakangnya!"

                  "Kalo emang ada tanda tangan mu, cek bukuku ini kalo sampe ga ada berarti ini bukuku!"

                  "OKE!" kubuka halaman terakhir buku itu dan ternyata tak ada. "tapi aku yakin ada di kamarmu! Aku yakin 100.000.000%!!!"

                  "BAH! Udah kamu cek bukuku! Salah-salahin aku! Bikin malu aku! Malah tetap ga mau ngaku salah lagi! Dasar gatau malu! Ini bukuku dan sekarang aku mau pulang! Terserah kamu mau ngapai yg penting buku kamu gak sama aku!" Bentak Eva kepadaku. Dan pergi begitu saja dari hadapanku sambil membawa buku itu.

      Aku hanya bisa berjalan keluar dengan super galau dan sebal dan benci dan, dan, dan semuanya tercampur aduk menjadi satu. Beraninya si Eva kayak gitu sama aku. Huh aku mampir ke toko makanan dulu, dan aku akan membeli semua snack kesukaanku dan memakannya di kamar sambil membaca komik. Itulah hobiku setiap aku lagi marah.

      Banyak sekali aku beli snack kesukaan ku, uang jajan ku bulan ini sudah hampir habis hanya karena snack ini. 2 Lays jumbo rasa rumput laut, 1 Taro jumbo rasa rumput laut, 4 tao kae noi, 1 bungkus permen mintz warna biru, 4 cokelat batangan. Baiklah, aku sarankan kalian jangan membeli ini karena itu menu penghancur diet dan menu ini tidak untuk orang obesitas yg ingin kurus. Aku beruntung juga karena sistem pencernaan ku aneh, aku tidak bisa gendut sebanyak apapun aku makan.

       Berjalan sambil menenteng plastik yg berisi penuh snack berukuran jumbo, semua orang menatapku dengan tatapan aneh, muka mereka seperti bertanya-tanya untuk siapa aku membawa makanan ini. Padahal buatku sendiri. Akhirnya aku sampai ke depan pintu rumah.

       Sinar mentari mulai berakhir digantikan dengan bulan. Membuka pintu dan ternyata listrik di rumah masih mati -□-" . Yak, kali ini aku sangat beruntung, mami dan dad tak ada di rumah. Entah apa yg sedang menimpaku saat ini. Berjalan sambil meraba-raba berharap menemukan lilin. Akhirnya aku berjumpa dengan lilin dan kubawa lilin itu kekamar sambil membayangkan bahwa lilin itu hidup dan sedang membaca majalah gosip tentang dunia para lilin. Aku meletakkan teman lilinku ke lantai dan mulai membuka bungkusan makanan yg aku beli tadi. Dengan nikmat kumakan tao kae noi ku. Sambil makan ku ayunkan kakiku keatas dan kebawah dan tiba-tiba.. *BRAKK* kaki ku seperti menendang sesuatu dan saat ku lihat, buku yg pertama jatuh dari tumpukan buku yg kutendang itu adalah buku KESAYANGAN ku itu. Yg ku tagih ke Eva dengan tak tau malunya-_-". Baiklah, aku bisa menerima kata-kata kakakku saat ini, aku betul-betul mirip tokoh komik miiko--" saat dia menuduh temannya menghilangkan bukunya dan ternyata bukunya berada di tong sampah di kamarnya. 

       Bukannya senang aku malah merasa bersalah, aku malahan berharap aku tak menemukan buku itu dirumahku dan tepatnya dikamarku--". 

       Bagaimana aku akan menjelaskannya kepada Eva????? Aku sudah membentakny??? Bagaimana ini?!??! 

                                   ~~~~~bersambung~~~~~~