Minggu, 11 Mei 2014

BUKUKU eps.4

 ~~~Bagaimana aku akan menjelaskannya kepada Eva????? Aku sudag membentaknya?!?! Bagaimana ini?!?!?~~~
     Aku terkenal dengan julukan "sang ratu" yg berarti aku tak pernah mengatakan "maaf" dalam 7 tahun ini. Mungkin agak aneh tapi sebenarnya aku cukup bangga dengan julukanku ini. Ya setidaknya julukanku masih lebih enak didengar daripada julukan "tong sampah berjalan" seperti temanku yg bernama Jon. Jon seperti tak pernah mandi, dia super extra hyper combo bau. Aku pernah menyakan kepadanya mengapa badannya bau saat kelas 4 tetapi dia malah melotot kepadaku dan melanjutkan jalannya sambil melap hidungnya dengan tangannya. Dan akhirnya karena sikapnya yg tak mau diubah itu, dia tak mendapatkan teman di kelas 7 ini dan malah mendapatkan julukan "tong sampah berjalan itu" biasanya disingkat toserba. Harusnya tosaber tapi mereka lebih senang mengatakan toserba karena lebih nyaman di katakan. Hahaha aku juga cukup setuju.
     Tidakkkkk!!! hancurlah julukankuuu!!! Aku akan menjadi anak yg biasa-biasa saja dan tak akan ada orang di sekolah yg akan mengingat namaku. Aku harus berpikir berpikir dan berpikir. Mungkin sebaiknya aku tak mengatakannya kepada Eva. Lagipula Eva pasti lupa soal bukuku ini. *Tetetet*. Lampu di langit-langit kamarku menyala dan ac mulai mengeluarkan hawa dinginnya. Aku menyingkirkan teman lilinku dan meniup lilinnya dengan sangat berantusias karena aku sudah lama tak meniup lilin ultah dan sekarang aku meanggap bahwa lilin itu ada lilin ulang tahun. Aaaah nyamannya membaca komik sambil makan cemilan yg aku beli tadi.
      Jarum jam menunjukkan angka sembilan dan aku sudah mulai mengantuk. Tetapi mami sama dad kemana yah? Dari tadi ninggalin aku sendirian. mmmm.... mungkin ada urusan kerjaan atau ada kerabatnya mengadakan acara dan karena mereka sudah telat mami dan dad langsung pergi tanpa pamit kepadaku karena aku diluar membeli cemilanku ini. Tetapi meninggalkanku setidaknya juga meninggalkan makanan di meja makan tetapi kali ini Mami dan Dad tak meninggalkan makanan sedikitpun di meja makan. Beruntung sekali aku sudah membeli cemilan ini. Hohohoho... Baiklah aku akan tiduran di ranjang sambil membaca komik dan menunggu Mami dan Dad pulang. Aku akan menjaga mataku agar terus terjaga dan tak merem sedikitpun.
      Kepalaku menyentuh bantal, ac mengehembuskan angin yg sejuk dan dingin. Ditambah ranjangku yg sangat amat empuk. Mataku tak tahan lagi, aku sudah menguap berkali-kali.
Dan tak berapa lama....zzzzz...zzzzz.. "Aku tidak boleh tidur!!aku harus tunggu mami dan dad pulang!! Satu menit lagi pasti mereka akan pul....zzzzzzzz"
      *TRIIIIIINNNGGG!!!!!!!!!!* alarm berbunyi dan membangunkanku dalam sekejap. Hoahhh ngantuk sekali. GYAAA!!! Kemaren malam aku tertidur. Hiks gajadi tungguiin mami dan dad pulang. Pasti sekarang mereka ada di kamar. Ngantuk..... GYAAAAA!!! Jam 7 lewat 16 menit!!!!!! Telat 16 menit!!!! Sudah tak ada waktu untuk sarapan dan berpamitan kepada mami dan dad lagi!! Aku langsung meluncur ke kamar mandi dan menyikat gigi secepat kilat lalu mandi dengan kecepatan cahaya lalu lari menuju gerbang sekolah dengan kecepatan angin.
      "FANI!!!!!!!!!!!! KAMU TERLAMBAT LAGI!!!SEKARANG MALAH TERLAMBAT 20 MENIT!!! MAU JADI APA KAMU BESAR NANTI!?!? HAH?!?! SANA BELAJAR DILUAR!!"
huh lagi-lagi belajar diluar. Berdiri sambil memegang buku pelajaran, membosankan banget. Daripada berdiri kayak bebungulan mending aku kabur ke kantin dan makan sepuasnya disana. Hoh iya.. soal namaku. Aku seringkali dipanggil Fani sama guru kalo sama temen biasanya dipanggil stefani kalo sama temen sekolahan cowo yahhh.. Stefan--". tak berapa lama kemudian bel istirahat berbunyi dan aku di panggil ke ruang guru. Huh pasti aku akan diberi peringatan karena aku sudah terlambat 5 kali. Dan tebak ada siapa di dalam ruang guru. Iyakkk, ada Eva di dalamnya. Pasti Eva melapor ke guru tentang kejadian di cafe kemarin. *Heekh* leherku serasa tercekik aku gabisa berkata apa-apa lagi.Bahaya, masalah apalagi yang bakalan terjadi?! Jangan-jangan nanti orang tua ku dipanggil dan mereka akan merasa sangat kecewa atau jangan-jangan aku akan di keluarkan dari sekolah ini karena kasusku terlalu banyak. Sial, aku serasa gabisa melangkah lagi, Eva malah menatapku dengan tajam di tambah dengan bu kepala sekolah yang duduk dibelakang Eva. Aku harus kabur, ga mungkin aku bisa bertemu dengan Eva dan Bu kepala sekolah. Keringat dingin bercucuran saat aku berjalan kesana. Dan kakiku berhenti secara otomatis tepat di depan Eva. Apa yang akan terjadi selanjutnya?!??! Mami tolong!!!! Pikiran ku meledak aku hanya bisa berdiri terpaku dan berdiam.Bagaimana ini?!?! Tamatlah riwayatku kalo gini!!
                                                                    ~~~bersambung~~~
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar